Hei, kau tahu kan apa yang kurasakan padamu?
Bukan suka, aku tidak tahu ini begitu menyiksa
Rasanya sakit, terutama saat melihatmu dengan yang lain
Mendengarnya saja, aku merasa dikhianati
Tapi siapakah aku,
Disismu aku hanyalah teman
Dimatamu, tak berarti apapun
Apalagi dihatimu, tak pantas aku berharap lebih
Ini bukan hubungan, hanya cinta rahasiaku
Yang kujaga, hanya aku dan Tuhan yang tahu
Kau tahu, cinta seperti ini sangat menyiksaku
Kini kau telah tahu, tapi kau tetap berpaling
Kau pasti tahu apa yang kini kurasakan
Namun aku yakin kau takkan mengerti hal ini
Rasa terlarang yang tumbuh dengan sendirinya
Meski sakit, aku tak pantas merasakannya
Apalah aku bagimu,
Kau memang dihatiku tapi aku tidak!
Sekalipun kau tahu, kau tak pernah mengerti
Lantas, pantaskah aku cemburu saat kau bersama mereka?
Tidak!...
Bukankah aku bukan siapapun bagimu
Aku tidak pantas cemburu padamu
Seharusnya aku diam, seakan tak pernah merasakan apapun
Cinta ini, aku hanya boleh merasakannya, tanpa membaginya
Tampilkan postingan dengan label puisi untuk gebetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi untuk gebetan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Maret 2015
Senin, 02 Maret 2015
Rinduku
Perasaan hangat ini perlahan dingin
Bersama dirimu dinyataku
Meski bukan sekali ini saja kau begitu
Namun ini pertama kalinya bagiku
Aku merindukanmu, salahkah aku?
Kau ada dihatiku, yang paling dalam
Salahkah aku,
Merindukan yang bukan milikku
Hingga rasanya begitu sulit kujalani
Jika kau sakit, semoga kau sembuh
Jika kau sehat, semoga tetap begitu
Aku selalu khawatir padamu
Hingga rinduku tak mau lepas dariku
Jika terus begini, andai harus begitu
Lebih baik izinkan aku memilikimu
Agar aku bebas mencintaimu
Dan rinduku takkan sesakit ini...
Bersama dirimu dinyataku
Meski bukan sekali ini saja kau begitu
Namun ini pertama kalinya bagiku
Aku merindukanmu, salahkah aku?
Kau ada dihatiku, yang paling dalam
Salahkah aku,
Merindukan yang bukan milikku
Hingga rasanya begitu sulit kujalani
Jika kau sakit, semoga kau sembuh
Jika kau sehat, semoga tetap begitu
Aku selalu khawatir padamu
Hingga rinduku tak mau lepas dariku
Jika terus begini, andai harus begitu
Lebih baik izinkan aku memilikimu
Agar aku bebas mencintaimu
Dan rinduku takkan sesakit ini...
Lelahku
Lelahku mencari,
Disetiap denyut nadiku
Hanya dirimu, hanya kamu
Yang kucintai, yang melukaiku
Kau hanya sedihku,
Kau terus membuatku putus asa
Kau mengerti cintaku
Tapi tak mengerti lelahku
Untuk menunggumu berpaling
Meski seribu tahun berlalu,
Meskipun setelah berlalu tujuh reinkarnasi
Entah kapan kau akan mencintaiku
Tahukah kau,
Aku bosan menunggumu, dalam ketidak pastian
Aku kesal menantimu, dengan penuh harapan
Aku lelah, pada mimpi palsu yang kau berikan
Disetiap denyut nadiku
Hanya dirimu, hanya kamu
Yang kucintai, yang melukaiku
Kau hanya sedihku,
Kau terus membuatku putus asa
Kau mengerti cintaku
Tapi tak mengerti lelahku
Untuk menunggumu berpaling
Meski seribu tahun berlalu,
Meskipun setelah berlalu tujuh reinkarnasi
Entah kapan kau akan mencintaiku
Tahukah kau,
Aku bosan menunggumu, dalam ketidak pastian
Aku kesal menantimu, dengan penuh harapan
Aku lelah, pada mimpi palsu yang kau berikan
Sabtu, 28 Februari 2015
Contoh puisi dua wajah
Kau kekasihku, meski bukan pacarku
Kau bukan mantanku,
Kita tak pernah pacaran
Kita hanya mengenal satu sama lain
Tapi...
Kau dihatiku
Kau segalanya dalam hidupku
Aku mencintaimu, dan kau pun tahu itu
Kau kekasihku
(baca dari bawah ke atas, ataupun dari atas ke bawah maknanya sama.)
Kau bukan mantanku,
Kita tak pernah pacaran
Kita hanya mengenal satu sama lain
Tapi...
Kau dihatiku
Kau segalanya dalam hidupku
Aku mencintaimu, dan kau pun tahu itu
Kau kekasihku
(baca dari bawah ke atas, ataupun dari atas ke bawah maknanya sama.)
Langganan:
Postingan (Atom)